Minggu, 26 November 2017

Solusi Penanggulangan Limbah Deterjen

Solusi Penanggulangan Limbah Deterjen


             Deterjen, merupakan surfactant anionik dengan gugus alkil atau garam dari sulfonat atau sulfat berantai panjang dari natrium yang berasal dari turunan minyak bumi ( fraksi parafin & olefin ).

Tak dapat terelakkan lagi, penggunaan deterjen dalam kehidupan sehari – hari memang sudah sangat membudaya. Padahal penggunaan deterjen yang berlebihan dapat mengakibatkan banyak sekali permasalahan lingkungan. Bagaimana tidak, kandungan bahan bahan kimia dalam deterjen seperti fosfat, surfactant ( surface active agent ), maupun bahan kimia lainnya dapat mengganggu ekosistem perairan yang terkena limbah tersebut.

Contohnya saja kandungan 3,4 benzopyrene, selain berguna dalam melarutkan bahan bahan seperti noda, zat ini juga bersifat karsinogen, yaitu bersifat penyebab kanker. Kandungan zat kimia dalam deterjen lainnya juga dapat menimbulkan rasa gatal dan bahkan terbakar

            Ada dua alat ukur yang digunakan untuk melihat sejauh mana tingkat keamanan prodk kimia di lingkungan, yaitu tingkat racun ( toxicity ) dan daya urai ( biodegradable ). Dalam lingkungan, deterjen memiliki tingkat daya urai yang sangat rendah sehingga dapat dikatakan non biodegradable.

            Kerugian lainnya dalam penggunaan deterjen adalah terjadinya eutrofikasi, yaitu proses pembuahan yang tak terkendali bagi populasi tanaman eceng gondok dalam ekosistem yang diakibatkan oleh fosfor dalam deterjen. Selain itu, fosfor juga menyebabkan pendangkalan sungai dan iritasi pada kulit manusia karena memiliki pH antara 10 – 12.

Pada umumnya, deterjen mengandung :

-          Surfactant ( surface active agent )

Merupakan zat aktif permukaan yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. Surfactant dapat berupa anionik ( Alkyl Benzene Sulfonate/ABS, Linier Alkyl Benzene Sulfonate/LAS ), Kationik ( Garam Ammonim ), Non ionic ( Nonyl Phenol Polyethoxyle ), dan Amphoterik ( Acyl Ethylenediamines ).

-          Builder ( Pembentuk )
 

Berfungsi memaksimalkan kinerja surfactant dengan cara menonaktifkan mineral penyebab kesadahan air, baik berupa fosfat, asetat, silikat, maupun sitrat.

-          Filler ( Pengisi )

Berfungsi sebagai penambah kuantitas deterjen sehingga terlihat lebih banyak meskipun tidak dapat menambah daya cuci deterjen seperti Natrium Sulfat ( Na2SO4 )

-          Addictives

Zat kimia tambahan seperti pewangi, pelembut, dan pelarut yang memberikan nilai tambah dalam deterjen tersebut seperti NaCl dan Carboxy methyl cellulose ( CMC ).

Zat – zat kimia dalam deterjen jika terlalu banyak menumpuk dalam air dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap ekosistem perairan, oleh karena itu dilakukan banyak cara untuk menanggulangi limbah dari deterjen, salah satunya adalah dengan mengandalkan bahan kimia dengan teknik koagulasi. Beberapa bahan kimia yang digunakan adalah koagulan kimia seperti Poli Alumunium Klorida, garam aluminat seperti tawas, dan sebagainya.

Dapat juga dengan Teknik Filtrasi, yaitu menggunakan bantuan media filter seperti pasir ( misalnya : dolomit, silika, maupun antrasit ), senyawa mineral seperti kapur dan karbon, membran ( RO, Dialisis, Osmosis ), biofilter ataupun teknik filtrasi lainnya.

Cara lainnya adalah dengan Bioremoval dan Bioremidiasi. Bioremoval yaitu teknik pengolahan menggunakan biomaterial atau bahan organik seperti lumut, daun teh, sekam padi, maupun sabut kelapa, atau dengan bahan anorganik seperti tanah gambut, lumpur aktif dan sebagainya. Sedangkan Bioremidiasi merupaka tingkat lanjut dari Bioremoval, yaitu dengan menggunaka mikroorganisme seperti bakteri, kapang, jamur aerobik maupun anaerobik, atau dengan menggunakan alga, tanaman, dan hewan.

Dan cara terakhir yaitu dengan teknik RO atau Reverse Osmosis. Penggunaan cara ini memakan biaya yang cukup murah dan efisien serta kualitas air yang dihasilkan cukup baik.

Pengguunaan deterjen yang berlebihan dapat berakibat buruk, baik bagi kita manusia, maupun hewan dan tumbuhan. Dengan mengurangi penggunaan deterjen, kita dapat membantu melestarikan lingkungan kita dan menjaga kebersihannya.

Rabu, 26 Oktober 2016

k3 laboratorium adalah ?

k3 laboratorium adalah ?


Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohaniah tenaga kerja (laboran/analis) pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur. Secara keilmuan K3 merupakan ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

• Tujuan
Setiap tenaga kerja/laboran dan orang lainnya yang berada di laboratorium mendapat perlindungan atas keselamatannya.
Setiap bahan kimia atau peralatan dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien.
Proses pengujian berjalan lancar.
Kondisi tersebut di atas dapat dicapai antara lain bila kecelakaan termasuk kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah dan ditanggulangi

•Hakikat higiene laboratorium dan kesehatan kerja adalah dua hal :
1). Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan laboran/analis yang setinggi-tingginya, dengan maksud untuk kesejahteraan laboran.
2). Sebagai alat untuk meningkatkan analisis, yang berlandaskan kepada meningginya effisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam analisis atau pengujian.


• Kondisi-Kondisi Kesehatan Yang Menyebabkan Rendahnya Produktivitas Kerja
1. Penyakit Umum
2. Penyakit Akibat Kerja
3. Kondisi Gizi
4. Lingkungan Kerja
5. Beban Kerja

• Terdapat 5 (lima) faktor penyebab penyakit akibat kerja
– Golongan fisik (keadaan suhu, kelembaban, suara kebisingan, radiasi, tekanan udara, penerangan, getaran dan gerak udara yang memberikan suhu efektif diluar kenikmatan kerja.
– Golongan kimia
– Golongan biologi
– Golongan fisiologi/ergonomi
– Golongan Psikologi

• Sanitasi Ruang Dan Peralatan Laboratorium
- Kondisi lantai secara umum harus bersih, kedap air, tidak licin, rata sehingga mudah dibersihkan dan tidak ada genangan air.
- Dinding tembok, jendela, langit-langit, kerangka bangunan, perpipaan, lampu-lampu dan benda lain yang berada di sekitar ruang pengujian harus dalam kondisi bersih.
- Kondisi umum bangunan harus memperhatikan aspek pencahayaan dan ventilasi yang baik. Ventilasi harus tersedia dengan cukup dan berfungsi dengan baik. Pencahayaan atau penerangan hendaknya tersebar secara merata dan cukup di semua ruangan, namun hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyilaukan
- Semua peralatan yang digunakan untuk pengujian harus selalu diperhatikan kebersihannya, dan juga penanganannya harus hati-hati karena kebanyakan peralatan laboratorium mudah pecah.
- Setelah penggunaan alat gelas dan non gelas selesai atau pekerjaan telah selesai semua peralatan tersebut dibersihkan dan ruangan yang digunakan harus dibersihkan dengan bahan saniter. Saniter adalah senyawa kimia yang dapat membantu membunuh bakteri dan mikroba. Air yang digunakan dalam pencucian alat hendaknya air yang bersih yang memenuhi persyaratan sanitasi, sehingga mencegah kontaminasi. Air bersih mempunyai ciri-ciri antara lain tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau

• Pengendalian Ruang Penyimpanan Bahan Kimia
- Ruang penyimpanan bahan kimia di laboratorium harus dikendalikan sehingga temperatur, kelembaban, dan sirkulasi udara sesuai dengan yang diharapkan, Jika temperatur dalam ruang penyimpanan bahan kimia tersebut tingga dan terasa pengap, maka exhaust fan (alat sejenis kipas angin) dihidupkan dan ventilasi atau pintu dibuka agar terjadi sirkulasi udara, sehingga dapat menurunkan temperatur dan kelembaban.
- Pada saat akan mengambil bahan kimia harus memakai alat keselamatan kerja. Sebelum masuk ruang penyimpanan bahan kimia, harus memeriksa suhu dan kelembaban ruangan apakah sesuai dengan persyaratan, baru melakukan pengambilan atau penempatan bahan kimia

• Pengaruh Bahan Kimia Terhadap Kesehatan
- Iritasi, yaitu terjadinya luka bakar setempat akibat kontak bahan kimia dengan bagian tubuh.
- Korosif kerusakan jaringan.
- Timbulnya alergi nampak sebagian bintik-bintik merah kecil atau gelembung berisi cairan atau gangguan pernafasan (tersumbat dan pendek-pendek)
- Pernafasan terganggu, seperti sulit bernafas sehingga terasa tercekik atau aspiksian karena kekurangan oksigen akibat diikat olah gas thinner seperti : nitrogen dan karbon dioksida.
- Timbulnya keracunan sistemik, yaitu bahan kimia yang dapat mempengaruhi bagian-bagian tubuh seperti merusak hati, ginjal, susunan syaraf dan lain-lain.
- Kanker, akibat paparan bahan kimia sehingga merangsang pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali dalam bentuk tumor ganas.
- Kerusakan atau kelainan janin yang ditandai oleh kelahiran dalam keadaan cacat atau kemandulan.
- Phemokoniosis, yaitu timbunan debu dalam paru-paru sehingga kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen menjadi kurang akibatnya penderita mengalami nafas pendek.

• Pembuangan Limbah
- Saluran pembuangan limbah bahan kimia dalam bentuk cair harus dikonstruksi dengan baik sehingga proses pembuangan limbah cair tidak terhambat.
- Tempat penampungan hendaknya dibuat, jangan langsung dibuang ketempat umum karena akan mengganggu dan mencemari lingkungan umum.
- Jika produksi sampah/limbah cair ternyata cukup tinggi, atau telah mengakibatkan ganggguan pencemaran adalah indikasi awal bahwa masalah pencemaran di lingkungan telah terjadi, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan badan pengelolaan limbah

• Fasilitas Penggudangan
- Ruangan, dinding, bangunan dan pekarangan bangunan harus selalu bersih, bebas sampah dan kotoran.
- Barang barang yang disimpan dalam gudang harus diatur dan disusun secara baik dan teratur, dengan menyisakan jarak yang cukup, baik jarak antar tumpukan maupun dengan dinding tembok
- Barang yang telah rusak atau bahan baku yang telah busuk, hendaknya diambil dan dipisahkan dari barang-barang yang masih baik
- Untuk sampah yang kering dan padat perlu disediakan tempat pembuangan sampah padat yang cukup, baik kebersihannya maupun ukurannya sesuai dengan jumlah sampah diproduksi

• Pengertian Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan

• Tujuan keselamatan kerja adalah
- Melindungi laboran/analis atau tenaga kerja lainnya atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas .
- Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja (laboratorium).
- Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien
• Metoda Pencegahan Kecelakaan
1. Peraturan perundangan
2. Standarisasi
3. Pengawasan
4. Penelitian bersifat teknik yang meliputi sifat dan ciri bahan yang berbahaya, penyelidikan tentang pagar pengaman, Riset medis
5. Penelitian psikologis
6. Penelitian syarat statistik
7. Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum teknik
8. Latihan-latihan
9. Penggairahan
10. Asuransi
11. Usaha keselamatan pada tingkat perusahaan


• Pencegahan dan penanggulangan Keadaan Darurat di Laboratorium
1. Menggunakan Akal Sehat
2. Kacamata Pengaman
3. Bahan Kimia di Mata
4. Asam dan Basa
5. Luka karena Bahan Kimia
6. Luka Bakar
7. Tergores atau Teriris
8. Menghirup Bahan Beracun
9. Menghindari Kebakaran
10. Memadamkan Api
11. Memadamkan Api yang Membakar Pakaian
12. Menangani Pelarut

Simbol-imbol B3  dan EU (European Union)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilk6f95HfgOzFzqYCRi_qN2kxklb5MxR6n5MZkUJquhK01MoNsrlpgIxxgaBBPmvITMPrKx88udm-dfDpswuq0Utd2-tZcVHEnuDC7sC-4se6G6Nu7ufg1YE0Nk2rthVcQJModM515vtk/s1600/Lambang+B31.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFyq5AMWYC27wJc6v7Q1JHNVcFIxHTJnnEg7JUJbTPBIxG8_YElJoHidv8A0proAyin7B30HS_yaXSbyCbzoRMT47ENNUCpIqYrOXQN0ddkIhtVrPuL4MrZ48st0saj401O1eSTC3uB1A/s1600/EuropeSymbolB3.jpg

Sabtu, 06 Juni 2015

sejarah apa yang ada di rengasdengklok ?

Sejarah Peristiwa Rengasdengklok Singkat dan Lengkap peristiwa Rengasdengklok terjadi dikarenakan adanya perbedaan pendapat antara golongan muda dan tua tentang masalah kapan dilaksanakannya proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kejadian tersebut berlangsung tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1945. Golongan muda membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke rengasdengklok dengan tujuan untuk mengamankan keduanya dari intervensi pihak luar. Daaerah Rengasdengklok dipilih karena menurut perhitungan militer, tempat tersebut jauh dari jalan raya Jakarta-Cirebon. Di samping itu, mereka dengan mudah dapat mengawasi tentara Jepang yang hendak datang ke Rengasdengklok dari arah Bandung maupun Jakarta. 1. Kronologi Peristiwa Rengasdengklok Soekarno-Hatta berada di Rengasdengklok selama satu hari penuh. Usaha dan rencana para pemuda untuk menekan kedua pemimpin bangsa Indonesia itu agar cepat-cepat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan tentara Jepang tidak dapat dilaksanakan. Dalam peristiwa Rengasdengklok tersebut tampaknya kedua pemimpin itu mempunyai wibawa yang besar sehingga para pemuda merasa segan untuk mendekatinya, apalagi melakukan penekanan. Namun, melalui pembicaraan antara Shodanco Singgih dengan Soekarno, menyatakan bahwa Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah kembali ke Jakarta. Peristiwa Rengasdengklok Berdasarkan pernyataan Soekarno itu, pada tengah hari Shodanco Singgih kembali ke Jakarta untuk menyampaikan berita proklamasi kemerdekaan yang akan disampaikan oleh Soekarno kepada kawan-kawannya dan para pemimpin pemuda. Sementara itu, di Jakarta sedang terjadi perundingan antara Achmad Subardjo (mewakili golongan tua) dengan Wikana (mewakili golongan muda). Dari perundingan itu tercapai kata sepakat, bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta. Di samping itu, Laksamana Tadashi Maeda mengizinkan rumah kediamannya dijadikan sebagai tempat perundingan dan bahkan ia bersedia menjamin keselamatan para pemimpin bangsa Indonesia itu. 2. Akhir Peristiwa Rengasdengklok Berdasarkan kesepakatan antara golongan pemuda dengan Laksamana Tadashi Maeda itu, Jusuf Kunto bersedia mengantarkan Achmad Subardjo dan sekretaris pribadinya pergi menjemput Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Sebelum berangkat ke Rengasdengidok, Achmad Subardjo memberikan jaminan dengan taruhan nyawanya bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945, selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Dengan jaminan itu, komandan kompi Peta Cudanco Subeno bersedia melepas Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta beserta rombongan untuk kembali ke Jakarta. Rombongan tersebut tiba di Jakarta pada pukul 17.30 WIB. Itulah sejarah singkat peristiwa Rengasdengklok yang terjadi sebelum proklamasi kemerdekaan.

Minggu, 31 Mei 2015

apa sih antena omni itu ?

Assalamualaikum.wr.wb
Hai, guys ? 
Perkenalkan kita dari kelas : xi tkj 1
Akan memperkenalkan tentang antena omni
a.      Pengertian Antena OmniDirectional
Antena OmniDirectional terkadang disebut sebagai antena nondirectional, adalah sebuah perangkat penerima yang mampu mengirim dan menerima sinyal dari segala arah. Antena jenis ini dapat digunakan untuk menerima sinyal siaran televise atau siaran audio dari stasiun radio, atau memungkinkan perangkat robot untuk dioperasikan dengan menggunakan microwave atau teknologi wireless. Handphone atau layanan telepon selular, serta koneksi internet nirkabel menggunakan antena omnidirectional sebagai bagian dari proses broadcasting sinyal stabil ke perangkat tersebut.
b.         Spesifikasi Antena OmniDirectional
Antena ini mempunyai sudut pancaran yang besar (wide beamwidth) yaitu 3600 dengan daya lebih meluas, jarak yang lebih pendek tetapi dapat melayani area yang luas Omni antena tidak dianjurkan pemakaian-nya, karena sifatnya yang terlalu luas se-hingga ada kemungkinan mengumpulkan sinyal lain yang akan menyebabkan inter-ferensi. antena omni directional mengirim atau menerima sinyal radio dari semua arah secara sama, biasanya digunakan untuk koneksi multiple point atau hotspot.
Sebuah antena Omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus.
Antena omni mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 3600 (derajat) yang tegak lurus ke atas. Omni directional antena secara normal mempunyai gain sekitar 3-12 dBi. Yang digunakan untuk hubungan Point-To-Multi-Point ( P2Mp) atau stu titik ke banyak titik di sekitar daerah pancaran. Yang baik bekerja dari jarak 1-5 km, akan menguntungkan jika client atau penerima menggunalan directional antenna atau antenna yang ter arah.Yang ditunjukkan di bawah adalah pola pancaran khas RFDG 140 omnidirectional antena. Radiasi yang horisontal dengan pancaran 360-derjat. Radiasi yang horisontal pada dasarnya E-Field.yang berbeda dengan, polarisasi yang vertikal adalah sangat membatasi potongan sinyal yang di pancarkan. Antena ini akan melayani atau hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360 derjat, sedamgkan pada bagian atas antena tidak memiliki sinyal radiasi.
c.       Keuntungan Dan Kerugian Antena OmniDirectional
Keuntungan dari Antena OmniDirectional antara lain adalah ;
  • Dapat melayani jumlah pengguna lebih banyak
  • Daya lebih luas
Kerugian dari Antena OmniDirectional antara lain adalah ;
  • Pengalokasian frekuensi untuk tiap sel agar tidak terjadi interferensi
  • Penggunaan dan penghamburan energi yang besar dalam proses membroadcast 360
Kelebihan :
·         Mempunyai frekuensi jaringan sampai 3600
·         Cara membuatnya mudah
·         Tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya
Kekurangan :
1.       Proses konneksi ke internetnya lama, karna terlalu banyak membagi-bagi sinyal di 3600 tersebut
d.      BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN :
1.       Paralon berdiameter 1 inci            
2.       Paralon berdiameter ½ inci 
3.       Dop paralon sebanyak yang di butuhkan
4.       Kawat tembaga yang berdiameter 2mm     
5.       Female N-connector
6.       Male N-connector
7.       Kabel coaxial minimal 1m
8.       Klem antena sebanyak yang di butuhkan
e.      ALAT-ALAT YANG DI BUTUHKAN :
1.      Bor
2.      Solder
f.        Langkah-langkah membuat antena omni :
1.       Buatlah lingkaran sebesar keliling dalam pipa untuk membuat pembatas antar segmen, untuk membuat lingkarannya di butuhkan paralon berdiameter ½ inci untuk mempererat tembaganya agar tidak goyah dan dapat menghasilkan lingkaran yang sempurna.
2.       Satu segmen (jarak antar lingkaran pada tembaga) berjarak ¾ atau 12,5 cm, segmen antar dop connector ke tembaga pertama berjarak ½ atau 6 cm.
3.       Pasang female N-connector pada salah satu dop paralon menggunakan borran, seperti pada
4.       Masukkan tembaga dengan paralon berdiameter ½ inci ke dalam paralon berdiameter 1 inci
5.       Sambungkan female N-connector dengan tembaga menggunakan solder
6.       Sekarang kita bikin 2 buah penompang papan yang di buat dari paralon, untuk menyambungkan paralon antena dengan paralon kosong yang digunakan sebagai dudukan dari antena omni kita,
7.       Lubangi penompang tersebut dengan menggunakan borran,
8.       Setelah  jadi, tinggal kita tes uji dechh ...



Sekian, mohon maaf atas kekurangan dan kelebihannya
Terima kasih , semoga bermanfaat 
Wassalamualaikum wr.wb


Senin, 18 Mei 2015

tugas kkpi

—  ASSALAMUALAIKUM WR.WB
—  Nama    : Siti Nurjanah
kelas                     : Xi tkj 1
Nis         : 13140367
Tugas    : kkpi
Tahun Ajaran :2014-2015

a. pengenalan software presentas1
1. Mengaktifkan software presentasi
Ø  Klik start- all programs-microsoft office-microsoft powerpoint 2010
Ø  Atau bisa juga dengan double click pada ikon
2. Menutup software presentasi
Ø  Klik menu file – close seperti pada gambar
Disamping

Ø  Atau bisa juga dengan mengeklik ikon
Disudut kanan atas jendela kerja powerpoint.
—  b. Mengoperasikan microsoft                                    powerpoint 2010
1. Mengenal menubar dan toolbar
a. Menubar
      menubar merupakan kumpulan perintah yang didalamnya terdapat perintah-perintah yaang disajikan dalam bentuk pull down menu seperti pada gambar berikut
b. Toolbar
       toolbar merupakan kumpulan perintah yang disajikan dalam bentuk tombol. Berikut adalah tampilan toolbar.
—  Berikut adalah tabel menu dan fungsinya
—  Toolbar Toolbar dan fungsinya dan fungsinya
 fungsinya
—  2. Membuat,Menyimpan,dan Membuka File PowerPoint
a. Membuat File PowerPoint
         Dengan menekan tombol Ctrl+N atau mengklik ikon New Slide pada toolbar,atau dengan mengklik file kemudian klik Submenu New
         Kita dapat mulai membuat file baru dengan mengetikan judul presentasi pada kotak Click to add title.Demikian juga untuk mengetikan subjudul presentasi pada kotak Click to add subtitle.
b. Menyimpan File PowerPoint
         Untuk menyimpan file tekan tombol Ctrl+S atau dengan mengklik ikon Save . Atau klik menu file kemudian klik submenu Save atau Save as.
Kamu dapat menyimpan file dengan berbagai macam pilihan ekstansi standarnya file akan disimpan dengan ekstansi ppt.
c. Membuka file PowerPoint
        Untuk membuka suatu file dalam Microsoft Office PowerPoint,dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu ;
Ø   Ctrl+O atau dengan klik ikon Open
Ø   Klik menu file – klik submenu open
Selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut :
a)      Tentukan di folder mana file tersebut berada.
b)      Klik file yang diinginkan
c)       Kemudianklik Open
c. Melakukan  Editing
      Editing merupakan bagian terpenting dalam membuat presentasi mejadi menarik untuk dilihat
1. Font Editing
          Perubahan hurup pada Powerpoint dapat dlakukan dengan cara :
Ø  Blok kata atau klik area texbox yang akan dirubah
Ø  Klik menu format dan pilih font,hingga muncul kotak dialog
2. Mengatur Aligment
           Untuk pengaturan rata tulisan dapat dilakukan dengan cara perintah Format – Aligment
Ø   Aligment left (Ctrl+L) :  memberikan efek tulisan rata kiri
Ø   Aligment right (Ctrl+R) : memberikan efek tulisan rata kanan
Ø  Center (Ctrl+E) :memberikan efek tulisan rata tengah
3. Bullet and Numering
         Bullet and Numering berfungsi untuk memberikan penomoran pada suatu teks atau naskah.
Cara untuk membuat bullet list dari texbox adalah dengan mengklik Format – Bullet and Numering dari menubar atau mengklik kanan pada area texbox kemudian pilih Bullet and Numering.
4. Header Footer and Page Numbering
          Header and Footer berfungsi untuk memberikan informasi pada slide presentasi, pada semua halaman atausebagian presentasi.
Page Numbering berfungsi
untuk memberikan nomor
halaman pada slide
secara otomatis.
Perintah yang digunakan sebagai berikut : pada menubar klik View – Header and Footer.
Ø  Berikan tanda check list pada date and time untuk menampilkan tanggal.
Ø  Berikan tanda check list pada slide number untuk memberikan nomor halaman pada slide presentasi.
Ø  Berikan tanda check list pada footer dan masukan tulisan yang akan di jadikan sebagai catatan kaki.
Ø  Jika sudah selesai klik apply untuk pengaturan pada satu halaman dan klik apply to all untuk pengaturan pada setiap halaman.
      sehingga pada slide presentasi akan muncul tampilan sebaai berikut :
—   
—  5. Menambahkan slide
Ø  Klik menu home.
Ø  Klik menu slide,kemudian isi sesuai dengan bahan yang akan dipresentasikan seperti berikut:
—  6. Memasukan Gambar
Ø  Jika kamu ingiin memasukan clip art (gambar yang sudah tersedia pada powerpoint), caranya adalah klik menu insert-clip art, berikut :
Ø  Jika kamu ingin memasukan gambar dari sebuah file, misalnya saja kamu ingin memasukan sebuah foto, maka langkah yang tepat adalah klik insert-picture, seperti di bawah ini:
—  7. Memasukan textbox, diagaram, dan video
Ø  Klik menu insert-textbox, atau dengan mengeklik ikon
Ø  Kemudian lakukan drag and drop mouse pada daerah yang ingin diberi teks.
Ø  Setelah tiu kamu dapat mengetikkan teks pada textbox yang baru dimasukkan.
Ø   kamu juga dapat menggeser-geser textbox sesuai dengan keinginan kamu.
—  Langkah-langkah memasukan objek adalah sebagai berikut :
Ø  Klik menu insert  lalu chart atau klik ikon  pada toolbar
Ø   
—  Langkah-langkah memasukan video
Ø  Klik menu insert-video-video from file
—  8. Membuat tabel
 yang dimaksud dengan tabel powerpoint adalah tabel yang sangat sederhana, artinya didalam tabel tersebut kamu tidak bisa membuat rumus dan fungsiseperti dalam microsoft exel. Pada slide presentasi memungkinkan kamu memasukan tabel. Perintahnya dari menubar adalah dengan mengeklik insert-table atau dengan mengaklik ikon       pada toolbar.
—  9. Mengatur background
    background adalah warna atau gambar yang digunakan untuk latar belakang atau slide.
Ø  Klik design-background styles dari menubar ,atau klik kanan pada slide kemudian pilih background styles sehingga muncul gambar
—  d. Memberiakn efek pada slide
  1. Pengaturan slide
a. Slide layout
—  2. Pengaturan color design
  Color design merupakan fasilitas untuk membantumu  dalam pengaturan warna slide presentasi.
—  3. Pengaturan custom animation
   efek pada slide adalah salah satu hal yang penting pada sebuah presentasi. Tujuannya adalah agar apa yang disampaikan menjadi menarik dan tidak membosankan.
Ø  Pilih halaman yang akan di berikan efek.
Ø  Klik menu animation sehingga mncul tampilan seperti
—  4. Slide transition
  transition yang berarti transisi merupakan serangkaian efekperpindahan dari satu tahap ke tahap yang lain.
Ø  Klik menu transition kemudian tampilan seperti :
Ø  Untuk memberikan efk transisi, klik drop down no transition.
Ø  Kemudian pilih kecepatan transisi (slow, medium atau fast).
Ø  Pada kotak sound, pilih dan klik suara yang diinginkan.
Ø  Pada bagian advance slide, checklist on mouse click jika kamu menginginkan transisi (perpindahan slide) terjadi dengan mengeklik mouse.
Ø  Jika pengaturan sudah selesai, klik apply to all jika ingin pengaturan berlaku pada semua slide.
Ø  Untuk melihat hasilnya, jalankan presentasi dengan mengeklik slide show-view show.
—  e. Menjalankan presentasi
Ø  Klik menu slide show-from beginning
Ø  Untuk kembali ke lembar kerja, tekan tombol esc.
f. Mencetak file presentasi
  1. mengatur halaman
  2. Mengatur printer
G menjalankan presentasi dengan proyektor lcd
Sekian tugas kkpi dari saya kurang lebihya mohon di maafkan

—  Wassalamualaikum wr.wb